ELEKTRO : ENERGI TERBARUKAN


Energi terbarukan Pasang surut air laut digunankan sebagai pembangkit lisrtik didaerah pantai
Nanda irwanto
Universitas Islam Negri Sultan Syarif Riau
BAB I
1.Pendahuluan
Latar belakang

Untuk bisa melangsungkan hidupnya, manusia harus berusaha memamfaatkan sumber daya hayati  yang ada dibumi ini dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi penggunaan tersebut haruslah mempunyai tujuan yang positif yang nantinya tidak akan membahayakan manusia itu sendiri. Sehingga manusia harus  mencari sumber energi alternatif lain untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Misalnya sumber daya hayati yang ada diplanet bumi ini salah satunya adalah lautan. Selain mendominasi wilayah dibumi ini, laut juga banyak mempunyai potensi pasang (beraneka ragam spesies ikan dan tanaman laut) dan potensi sebagai sumber energi. Energi yang ada dilaut ada tiga macam, yaitu: energiombak, energi pasang surut dan energi panas laut. Salah satu energi dilaut tersebut adalah energi pasang surut. Energy pasang surut adalah energy gerak laut yang diakibatkan oleh fenomena pasang surut air laut. Fenomena pasang surut air laut merupakan perbedaan ketinggian permukaan air laut pada sebuah tempat yang diakibatkan oleh kombinasi  gaya gravitasi bulan dan matahari serta gerakan revolusi bumi. Pengaruh gaya gravitasi bulan lebih besar dari gaya gravitasi matahari. Hal ini terjadi karena walaupun bulan lebih kecil dari matahari, tetapi posisinya lebih dekat kebumi. Air laut yang merupakan 70% penyusun permukaan bumi menggelembung pada sumbu yang menghadap kebulan.

1.2 Rumusan masalah
Berdasarka uraian latar belakang diatas, maka timbul permasalahan sebagai berikut:

  • Bagaimana potensi sumber energy pasang surut air laut diindonesia?
  • Bagaimana tekni konversi energy pasang surut air laut menjadi listrik?
  • Bagaimana kekurangan dan kelebihan teknik konversi energy pasang surut air laut menjadi listrik?
1.3 Tujuan Penelitian
Penulisan profosal ini bertujuan untuk member solusi kepada masyarakat agar dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi kelangkaan sumber energy listrik. Prinsip sederhana dari pemamfaatan bentuk energy listrik tersebut adalah dengan cara memakai energy kinetic yang diperoleh dari gerakan pasang surut air laut yang dimamfaatkan untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakan generator untuk menghasilkan listrik. Penulis karya ilmiah ini diharapkan masyarakat mampu memamfaatkan segala sumber daya alam yang ada disekitarnya dan mengunakannya untuk meningkatkan kesejahtreraan masyarakat terutama didaerah pesisir pantai yang biasanya jarang sulit sekali terjankau oleh listrik.

1.4 Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:

  •  Analisa hanya dapat menisuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.
  • Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer.
  • Kelemahan lain dari energi ini adalah jam kerja hariannya hanya berkisar 10 jam per hari yaitu pada saat terjadi pasang surut. Kondisi ini menyebabkan pengoperasian pembangkit jenis ini lebih di prioritaskan pada saat beban puncak.
1.5 Mamfaat Penelitian
Sebagai bahan  informasi/masukan bagi masyarakat yang berada dipesisir pantai untuk meningkatkan sumber daya manusia seperti tenaga listrik.
memberi solusi kepada masyarakat  agar dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi kelangkaan sumber energy listrik.
Sebagai bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya mengenai Energi terbarukan pasang surut air laut digunankan sebagai pembangkit lisrtik didaerah pantai.

BAB II
2.1 TINJAUN PUSTAKA

A.Kelangkaan Sumber Listrik di Indonesia

Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, gas, dan batu bara. Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable). Bahan bakar fosil semakin habis dan sebentar lagi Indonesia akan menjadi pengimpor BBM. Beban kerugian yang disangga bangsa Indonesia semakin berkali lipat dengan naiknya harga BBM di pasaran dunia sampai lebih dari 60 dollar AS per barrel. Untuk mengatasi kerugian akibat kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penghematan dengan cara mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005. Kebijaksanaan Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah, perlu dilakukan langkah-langkah pencarian sumber-sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta terbarukan
B.Sumber Energi Masa Depan
Salah satu potensi laut dan samudra yang belum banyak diketahui masyarakat umum adalah potensi energi laut dan samudra untuk menghasilkan listrik. Negara yang melakukan penelitian dan pengembangan potensi energi samudra untuk menghasilkan listrik adalah Inggris, Prancis dan Jepang.
Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu :

  • Energi pasang surut (tidal power)
  • Energi gelombang laut (wave energy)
  • Energi panas laut (ocean thermal energy)
Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah dengan  memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Karya ilmiah ini akan membahas tentang energi yang dapat dimanfaatkan dari laut yaitu energi pasang surut air laut.
Pasang surut adalah perubahan atau perbedaan permukaan air laut sepanjang waktu yang diakibatkan karena gaya gravitasi (gaya tarik) bulan dan matahari serta karena gerakan revolusi bumi.   Dengan adanya peristiwa pasang surut air laut ini kita bisa merubahnya menjadi sebuah energi listrik dengan memasang turbin yang akan menggerakan generator untuk menghasilkan energi listrik. Teknologi ini disebut dengan “ Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut “.  Teknologi pembangkit listrik pasang surut ini sangatlah ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi dan bisa diperbaharui bahkan energi pasang surut ini akan tetap ada selama bula masih berfungsi sebagai satelit kita.
C.Teknik konversi Energi Pasang Surut Menjadi Listrik
Energi yang berasal dari laut (ocean energy) dapat dikategorikan menjadi tiga macam:
1.Energi
ombak (wave energy)
2.Energi pasang surut (tidal energy)
3. Hasil konversi energi panas laut (ocean thermal energy conversion)
Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah: memakai energi kinetik yaitu energi yang dihasilkan oleh laut kemudian digunakan untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik.  Teknologi ini disebut juga dengan “Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut”. Sebelum menggunakan teknologi ini haruslah dibuatkan bendungan disekitar daerah antara muara sungai dan laut, ini dimaksudkan untuk mempermudah proses sirkulasi air yang masuk dan yang keluar. Penerapanya dalam kehidupan sehari-hari sangatlah bermanfaat selian sebagai pembangkit listrik  energi pasang surut bisa juga digunakan sebagai bendungan yang bisa digunakan untuk saluran irigasi ke sawah dan ladang penduduk secara bergilir. Disamping itu juga bisa dimanfaatkan untuk membuat tambak ikan, disekitar bendungan diberikan sebuah sekat yang bisa digunakan untuk sirkulasi air bendungan dengan air yang ada di tambak sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Pada dasarnya ada dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut:
1.Dam Pasang Surut ( tidal energi)
Cara ini serupa seperti pembangkitan listrik secara hidro-elektrik yang terdapat di dam/waduk penampungan air sungai. Hanya saja, dam yang dibangun untuk memanfaatkan siklus pasang surut jauh lebih besar daripada dam air sungai pada umumnya. Dam ini biasanya dibangun di muara sungai dimana terjadi pertemuan antara air sungai dengan air laut. Ketika ombak masuk atau keluar (terjadi pasang atau surut), air mengalir melalui terowongan yang terdapat di dam. Aliran masuk atau keluarnya ombak dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin penghasil listrik.
Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs) terbesar di dunia terdapat di muara sungai Rance di sebelah utara Perancis. Pembangkit listrik ini dibangun pada tahun 1966 dan berkapasitas 240 MW. PLTPs La Rance didesain dengan teknologi canggih dan beroperasi secara otomatis, sehingga hanya membutuhkan dua orang saja untuk pengoperasian pada akhir pekan dan malam hari. PLTPs terbesar kedua di dunia terletak di Annapolis, Nova Scotia, Kanada dengan kapasitas “hanya” 16 MW.
Kekurangan terbesar dari pembangkit listrik tenaga pasang surut adalah mereka hanya dapat menghasilkan listrik selama ombak mengalir masuk (pasang) ataupun mengalir keluar (surut), yang terjadi hanya selama kurang lebih 10 jam per harinya. Namun, karena waktu operasinya dapat diperkirakan, maka ketika PLTPs tidak aktif, dapat digunakan pembangkit listrik lainnya untuk sementara waktu hingga terjadi pasang surut lagi.

2.Turbin lepas pantai (offshore turbines)
Pilihan lainnya ialah menggunakan turbin lepas pantai yang lebih menyerupai pembangkit listrik tenaga angin versi bawah laut. Keunggulannya dibandingkan metode pertama yaitu: lebih murah biaya instalasinya, dampak lingkungan yang relatif lebih kecil daripada pembangunan dam, dan persyaratan lokasinya pun lebih mudah sehingga dapat dipasang di lebih banyak tempat.
Beberapa perusahaan yang mengembangkan teknologi turbin lepas pantai adalah: Blue Energy dari Kanada, Swan Turbines (ST) dari Inggris, dan Marine Current Turbines (MCT) dari Inggris.
D.Kelebihan dan Kekurangan Teknik Konversi Energi Pasang Surut Menjadi Listrik.
Berikut ini disajikan secara ringkas kelebihan dan kekurangan dari pembangkit listrik tenaga pasang surut:
Kelebihan:

  • Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis.
  • Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar.
  • Energi pasang surut air laut adalah energi terbarukan yang tidak menghasilkan      pencemar karbon.
  • Biaya operasi rendah.
  • Produksi listrik stabil.
  • Pasang surut air laut dapat diprediksi.
  • Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang besar.
Kekurangan :

  • Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer.
  • Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.
  • Kelemahan lain dari energi ini adalah jam kerja hariannya yang hanya berkisar 10 jam per hari yaitu pada saat terjadi pasang surut. Kondisi ini menyebabkan pengoperasian pembangkit jenis ini lebih diprioritaskan pada saat beban puncak.
BAB III
METODOLOGIAN PENELITIAN
3.1 Studi Literatur      
Pengolahan data dilakukan dengan menggambungkan data-data yang diperoleh dari pustaka-pustaka, jurnal, surat kabar serta data-data dari internet yang kemudian disimpulkan secara deduktif dan induktif. Deduktif merupakan metode pengolahan data dengan menjabarkan data yang bersifat umum ke bentuk yang lebih khusus. Sedangk  an induktif merupakan metode pengolahan data dengan menyimpulkan data yang bersifat khusus ke dalam bentuk yang lebih umum. 
3.2 Analisa
Untuk mengatasi sumber daya alam yang sangat terbatas kita perlu mencari sumber energi alternatif, terutama sebagai pembangkit energi listrik, karena bahan baku fosil sebagai penghasil listrik utama saat ini jumlahnya semakin sedikit dan suatu saat nanti pasti akan habis. Salah satu alternatif yang ditawarkan dadalah dengan memanfaatkan arus pasang surut air laut sebagai pemutar turbin dan generator untuk menghasilkan listrik, yang sering kita sebut dengan “Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut”. 
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

  • Teknologi sistem pembangkitan energi pasang surut ini menggunakan turbin air yang arah putarannya dalam dua arah. Disini kenapa dua arah? Karena air mengalir melalui turbin dari waduk ke laut dan dari laut ke waduk.
  • Pemanfaatan energi pasang surut ini untuk memeroleh debit air yang banyak dalam waduk sangat tergantung dari pada tinggi air pasang permukaan laut yang dipengaruhi oleh fase bulan dan keberadaan laut dengan garis ekuator bumi. Semakin jauh laut dari garis ekuator bumi maka air laut pasang akan semakin tinggi begitu juga sebaliknya semakin dekat laut dari garis ekuator bumi maka air laut pasang akan semakin rendah.
  • Selain sebagai pembangkit energi listrik tenaga pasang Surut, bendungan yang dibuat juga bisa dimanfaatkan untuk saluran irigasi dan sebagai tambak ikan yang berguna untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk.
DAFTAR PUSTAKA
Joko Santoso dan Yudiartono. 2005. Analisis Prakiraan Kebutuhan Energi Nasional Jangka Panjang Di Indonesia. Dalam Indyah Nurdyastuti dan M. Sidik Boedoyo (ed). 2005. Strategi Penyediaan Listrik Nasional Dalam Rangka Mengantisipasi Pemanfaatan  PASANG SURUT AIR LAUT SEBAGAI LISTRIK,  PLTN, Dan Pembangkit Energi Terbarukan. Jakarta : Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi.


Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates